Syawalan Dan Pelepasan Jamaah Haji Desa Wedomartani 2018

Pemerintah desa Wedomartani menyelenggarakan acara syawalan halal bi halal dan pelepasan jamaah haji tahun 2018. Ikrar syawalan pemerintah desa disampaikan Kepala Desa Wedomartani H.Teguh Budianto. Dihadapan 600 warga Wedomartani yang terdiri dari unsur Tokoh masyarakat, Karang Taruna, calon jamaah haji yang hadir bahwa Selaku Kepala Desa Wedomartani menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya apabila selama menjalankan pemerintahan mengemban amanat masyarakat selama ini ada yang kurang berkenan. Disampaikan pula harapannya agar jamaah haji yang akan berangkat tahun ini menjadi haji yang mabrur.

Tanggapan ikrar kepala desa  disampaikan oleh kepala BPD Wedomartani H. Ahmad Zaini, mewakili hadirin dan warga masyarakat, berikut doanya agar Kepala desa beserta pamong desa Wedomartani senantiasa selalu dapat mengemban tugas dengan sebaik-baiknya, dan selalu diberikan kesehatan oleh Alloh SWT.

Hadir juga di acara tersebut,  dari Muspika kecamatan Ngemplak dengan memberikan sambutan singkat. Acara dineriahkan  hiburan rohani hadroh dari padukuhan Krandon Wedomartani. Di tahun 2018 ini warga Wedomartani yang akan nenunaikan  haji haji sebanyak 40 jamaah. Hal tersebut disampaikan oleh H. Mujiburokhman S.Ag, dalam sambutannya selaku ketua penyelenggara. Disampaikan pula tentang harapannya kepada calon jamaah haji untuk berkenan mendoakan Wedomartani agar masyarakat selalu rukun, dan Wedomartani semakin maju serta sejahtera.


Acara syawalan yang diselenggaran mulai jam 20.00 sampai 22.00 WIB tanggal 29 Juni 2018  berlangsung khidmat. Acara ditutup dengan santapan rohani, dengan mengundang KH. Doktor Luthfi Hamid  MA dari Kementrian Agana Daerah Istimewa Yogyakarta.

Radio Komunitas | Sejarah Pendirian Radio Komunitas Wijaya FM

Radio Komunitas | Sejarah Pendirian Radio Komunitas Wijaya FM



Sejarah Pendirian dan Perijinan Radio Komunitas Wijaya FM

Dalam Program Kerja Karang Taruna Parikesit Desa Wedomartani secara khusus tidak ada Program Pendirian Radio Komunitas, akan tetapi Perkembangan Organisasi yang merupakan Perkumpulan Pemuda dari Sub-sub Unit Karang Taruna yang berjumlah 51 Organisasi Pemuda di tahun 20078 dalam  perkembanganya sangat membutuhkan Media untuk dapat bersosialisasi pada seluruh anggota Karang Taruna dalam hal Ekonomi, Sosial, Pendidikan, dan Rekreatif.

Dari mengembangnya wacana tersebut salah seorang anggota bernama Sri Widodo mengusulkan untuk mendirikan sebuah Radio, usulan tersebut disampaikan ke Ketua Karang Taruna desa Wedomartani tahun 2007,  yang saat itu langsung diberikan amanat sebagai pimpinan Penyelenggaraan Penyiaran Radio Komunitas. Usulan tersebut disampaikan secara lisan berikut menyampaikan kerelaan aset-aset miliknya yang bisa difungsikan sebagai langkah awal yang dalam Proposal permohonan dimuat sebagai aset "pinjam pakai" di tambah dari berbagai donatur dari komunitas. Pengurus Harian Karang Taruna menindaklanjuti pengajuan perijinan Radio Komunitas pada tahun 2007. Proses pengajuan radio komunitas berjalan dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2017, dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun akhirnya pengajuan tersebut di tolak oleh Dirjen Kominfo karena beberapa kekurangan persyaratan. 

Sesuai hasil Rapat Komunitas, pada tahun 2010, Radio Komunitas Wijaya FM berpindah lokasi penyiaran dari Jetis Wedomartani, ke Lokasi Tanah Kas Desa di dusun Krajan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Surat penolakan perijinan dari Dirjen Kominfo diterima pada bulan Januari 2018. Dari penolakan itu Radio Wijaya masih diberikan kesempatan menempuh perijinan lagi dari awal, dan kepengurusan Wijaya menyepakati untuk pengajuan kembali perijinan tersebut. Pengajuan perijinan diajukan kembali pada tanggal 02 Juni 2018.

Dari tahun 2007 sampai dengan 2018 ini Wijaya Fm sudah melakukan beberapa kali pergantian kepengurusan, dan beberapa kali pergantian perangkat siaran dalam melakukan kegiatan penyiarannya. Radio Komunitas Wijaya Fm bertahan hingga saat ini, meskipun keberadaan radio sudah sedikit bergeser, karena saat ini lebih banyak media dengan berbasis internet sebagai penyampaian informasi. Namun demikian Radio Komunitas bukanlah sebuah perkumpulan penyiaran warga yang hanya mengandalkan siaran dalam melakukan aktifitas informasi. Sehingga  kebutuhan informasi masyarakat tidaklah semata-mata menggunakan radio sebagai transformasi pemberitaan. Keberadaan komunitas yang kuat ini dapat berperan dalam berbagai hal dalam kebutuhan informasi masyarakat dan pembagunan sumber daya masyarakat. Hal inilah yang menjadikan keberadaan Radio Komunitas Wijaya Fm tetap mampu mempertahankan kesolidan serta eksistensinya. 

 Demikian sejarah singkat dari awal mula didirikannya Radio Komunitas Karang Taruna Parikesit dengan nama Wijaya fm hingga tahun 2018.